Beredar Kabar Seorang Pasien di RS Indramayu Positif Virus Corona, Ini Faktanya

Beredar kabar pasien di RS Indramayu positif virus corona. (Foto: Turnbackhoax)

Terkini.id, Jakarta – Kabar terkait adanya pasien positif terjangkit virus corona di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhayangkara, Kabupaten Indramayu, beredar luas di media sosial pada sejak Rabu, 29 Januari 2020.

Informasi tersebut diunggah oleh salah seorang pengguna Facebook dengan nama akun Wiwit Witnaepi pada Rabu 29 Januari 2020.

Dalam unggahannya, Wiwit melampirkan sebuah foto surat keterangan dokter yang menyebut adanya pasien virus corona berinisial J di RSUD Bhayangkara Indramayu.

“Yg bilang hoax mana suaranys? Corona virus sudah ada di RS. Bhayangkara untuk Dokter jaga mohon Rawat pasien yg menderita. Info dari teman,” tulid Wiwit Witnaepi di narasi keterangan unggahannya.

Namun, berdasarkan penelusuran fakta seperti dilansir dari situs Turnbackhoax, Kamis, 30 Januari 2020, kabar tersebut merupakan informasi tidak benar alias hoaks.

Baca juga:

Informasi itu telah dibantah oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Boni Koswara. Ia menegaskan, tidak ada pasien suspect virus corona di Kabupaten Indramayu.

Deden mengungkapkan, pasien J (68 tahun) asal Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, yang menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Indramayu sejak Rabu, 29 Januari 2020, dipastikan bukan merupakan pasien suspect virus corona.

“Berdasarkan hasil diagnosis dokter, pasien J menderita TBC Sequele dengan infeksi sekunder (bronchopneumonia) dan bukan suspect virus corona,” kata Deden.

Pada awalnya, kata Deden, pasien J datang ke dokter dengan keluhan batuk dan sesak. Dokter kemudian mendiagnosa pasien itu menderita radang paru-paru basah, infeksi pada paru-paru bagian bawah.

Namun, lanjut Deden, untuk memutuskan pasien termasuk suspect Corona atau bukan, maka harus mengacu pada kriteria yang ditetapkan Kementerian Kesehatan yakni pasien mengalami demam, batuk, disertai sesak dengan infeksi paru bagian bawah, dan pernah bepergian ke Cina atau kontak dengan penderita Corona dalam waktu 14 hari sebelumnya.

“Pasien J ini tidak masuk dalam kriteria itu karena dia tidak pernah bepergian ke Cina ataupun kontak dengan penderita virus Corona dalam waktu 14 hari sebelumnya,” ujarnya.

Deden mengakui, pasien J memang dirawat di ruang isolasi RSUD Indramayu. Namun, tindakan mengisolasi itu dikarenakan diagnosa penyakit TBC yang dideritanya.

”Pasien TBC memang diisolasi karena takutnya dia menyebarkan penyakitnya ke orang lain dan dia juga rentan terinfeksi dari orang lain. Jadi isolasi itu bukan hanya untuk kasus virus corona,” terangnya.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat di Kabupaten Indramayu untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi penyebaran virus corona.

“Kami juga meminta masyarakat selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat setiap hari agar terhindar dari berbagai penyakit,” pungkas Deden.

Berdasarkan fakta dan klarifikasi dari Dinas Kesehatan Indramayu tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kabar terkait adanya pasien suspect virus corona di rumah sakit Indramayu yang disebarkan akun Wiwit Witnaepi merupakan informasi tidak benar alias hoaks. Informasi itu masuk dalam kategori konten menyesatkan.

Komentar

Direkomendasikan

Berita Lainnya

Cegah Penyebaran Corona, Relawan Covid 19 Karangampel Bagi-Bagi Masker untuk Warga

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar